Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juni 2019

Deklarasi KMB Menolak Kerusuhan Pasca Pilpres



Mendukung Polri untuk mengusut pelaku kerusuhan 21-22 Mei 2019, Kerukunan Masyarakat Batak Kalimantan Timur (KMB Kaltim) melalui Wakil Ketua Bidang Politik. Toman Colbert Manalu menyerukan;

1. Menolak segala tindakan provokatif, fitnah dan yang mengibatkan kerusuhan.
2. Menyerahkan proses hukum sengketa Pilpres ke Mahkamah Konstitusi. Apapun hasilnya diputuskan oleh majelis hakim konstitusi, harus diterima semua pihak.
3. Mencegah upaya-upaya pihak yang ingin mengubah Pancasila sebagai ideologi negara.
4. Meminta seluruh warga Batak mendukung POLRI dan TNI dalam menjalankan tugas-tugas mengusut pelaku kerusuhan sampai setuntas-tuntasnya.

Sabtu, 25 Mei 2019

Nason Nadeak dan Piatur Pangaribuan belum Berhasil

Kiri: Nason Nadeak dan sebelah kanan Piatur Pangaribuan. Ini poster yang dibuat oleh tim kreatif KMB Kaltim untuk membantu sosialisasi kedua calon "Senator" dari etnis Batak ini.


Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengumumkan seluruh perhitungan suara peserta Pilpres maupun Pileg yang berlangsung 17 April 2019. Saat ini belum dilakukan penetapan oleh KPU, karena masih menunggu apakah ada para pihak yang keberatan dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Untuk pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), terutama dari Daerah Pemilihan Kaltim, tidak ada yang bermasalah. Perhitungan suara sejak dari TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang berjenjang ke PPK (kecamatan) berlanjut ke KPU Kabupaten/Kota dan terus ke KPU Kaltim dan KPU Pusat, berjalan mulus-mulus saja.

Empat kursi yang disediakan  untuk 'Senator' dari Kaltim sudah terisi oleh mereka yang memperoleh suara tertinggi. Empat orang itu adalah Awang Ferdian Hidayat memperoleh suara spektakuler, yakni 345.682 suara. Disusul kemudian oleh Mahyudin (147.483), Aji Mirni Mawarni (120.388) dan Zainal Arifin (78.725).

Bagaimana dengan perolehan suara Caleg DPD etnis Batak. Seperti diketahui ada dua nama yang keduanya adalah pengurus KMB Kaltim maju dalam kompetisi DPD RI yang lalu. Yang pertama adalah Nason Nadeak SH, MH. Sebelumnya aktivis buruh/pekerja ini berada di Partai Nasdem, namun kemudian memilih beradu sebagai Caleg DPD mewakili Dapil Kaltim.

Calon 'Senator' kedua dari etnis Batak adalah Dr Piatur Pangaribuan. Rektor dari Universitas Balikpapan (UNIBA) ini diketahui adalah Dewan Pakar di KMB Kaltim.

Boleh dibilang, kedua Caleg DPD dari etnis Batak ini juga cukup 'berkeringat' untuk mendapatkan suara. Mereka tak hanya mengandalkan suara warga Batak se Kalimantan Timur yang diketahui jumlah pemilihnya sekitar 30 ribu, tapi juga mencari suara dari segmen lain. Keduanya juga berusaha meningkatkan popularitas dengan cara memasang berbagai poster, kalender dan kartu nama.

Namun keduanya belum beruntung, karena setelah pencoblosan diketahui jumlah suara yang diperoleh tak mampu melampaui yang diharapkan.

Perolehan suara Nason Nadeak adalah 9.621 suara dan Piatur Pangaribuan 29.056 suara. #



Jumat, 24 Mei 2019

Caleg Batak Menuju DPR RI dari Dapil Kaltim, Ini Perolehan Suaranya



Ternyata ada empat bermarga Batak yang ikut dalam kontestasi Pemilihan Legislatif DPR RI pada 17 April 2019 lalu. Mereka bertarung di daerah pemilihan (Dapil) Kalimantan Timur dari partai yang berbeda-beda.

Namun ujung-ujungnya keempat politisi itu kurang beruntung untuk melanggeng ke Senayan. Perolehan suara keempat warga Batak itu tak mampu mengangkat menjadi pemenang dalam partainya.

Bahkan 2 politisi berada dalam partai yang tidak lolos PT (Parliament Threshold) 4 persen, yakni Partai Perindo dan Hanura.

Siapa saja warga Batak yang sudah berani bertarung keberuntungan dalam kontestasi politik 2019 itu? Inilah data perolehan suara mereka yang dicuplik dari Hasil Rekapitulasi Nasional yang diumumkan KPU.

Pertama adalah Wetmen Sinaga. Dia mewakili Partai Perindo (Persatuan Indonesia). Tokoh Pemuda Pancasila yang menjadi pengurus MPN PP itu mendapatkan suara 3.827. Sementara suara perolehan partainya secara total adalah 67.635 suara.

Politisi yang kedua adalah mantan Wakil Kapolda Kaltim Brigjen Pol (Purn) Erry Gultom. Dia menjadi Caleg Partai Hanura Dapil Kaltim dengan perolehan suara 6.618. Partai Hanura sendiri total suaranya untuk DPR RI adalah 28.034 suara.

Dengan perolehan suara  Partai Perindo Kaltim 67.635 dan Partai Hanura 28.034 suara, keduanya tidak cukup untuk memperoleh kursi legislative di Senayan. Kedua partai ini pula dinyatakan tak lolos PT karena secara nasional perolehan suara tak cukup 4 persen.

Politisi Batak dari Kaltim ketiga yang gagal menjadi anggota DPR RI adalah Donald Sitorus. Purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan pangkat Kolonel ini memperoleh suara 6.062.

Padahal, partainya Demokrat termasuk yang memperoleh satu dari 8 kuota kursi DPR RI Dapil Kaltim. Suara partainya Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu berhasil menggaet total suara  112.987, dan mengirim satu calegnya Irwan "Fecho" yang memperoleh suara tertinggi  40.329 suara.

Caleg keempat adalah Cahya Nuraini Lubis. Perempuan kelahiran Bogor 10 Pebruari 1958 itu diutus oleh PDI Perjuangan untuk bertarung ke DPR RI Dapil Kaltim. Dia mendapat suara 4.525.

Jumlah suara Cahya Nuraini Lubis sangat kecil dibanding dengan rivalnya satu partai yang akhirnya mendapat kursi duduk di DPR RI. Partai Banteng itu memperoleh 333.404 suara dan yang lolos ke Senayan adalah Irjen Pol (Purn) Safaruddin dengan suara 86.528 dan Ismail Thomas 49.174 suara.

Sebenarnya ada nama caleg Golkar ke DPR RI yang memakai marga Harahap. Dia adalah Dachlia Harahap SH dengan perolehan suara 21.448. Namun setelah dicek, politisi Partai Golkar untuk DPR RI Dapil Kaltim ini bukanlah etnis Batak. Dachlia adalah istri dari mantan Bupati Penajam Paser Utara yang juga bukan Batak, namun menyandang nama Andi Harahap.

Partai Golkar juga mengirim 2 calegnya ke DPR RI. Dengan perolehan suara total partai 350.829 suara, partai Beringin ini menempatkan dua kadernya, Rudi Masud yang memperoleh 128.910 suara dan Hetifah Sjaifuddin dengan 66.487 suara. #

Berikut urutan perolehan suara Caleg Batak ke DPR RI Dapil Kaltim.



Jumat, 17 Mei 2019

Imbauan Ketua KMB: Warga Batak Jangan Terprovokasi People Power




Suasana menjelang pengumuman hasil Pemilu dan Pileg pada 22 Mei 2019, mulai memanas lantaran adanya pihak-pihak yang tidak puas untuk melakukan people power. KMB (Kerukunan Masyarakat Batak) Kaltim, melalui ketuanya Janri Manro Samosir, mengimbau warga Batak di Benua Etam untuk tidak terprovokasi dengan gerakan politik tersebut.

Ketua KMB dalam sebuah video menyampaikan tiga pesan penting untuk dijaga bersama-sama warga Batak di provinsi ini. Pertama adalah ucapan terima kasih kepada penyelenggara Pemilu yang telah melaksanakan tugasnya, di mana warga Batak merasakan kegiatan itu berlangsung aman, jujur, adil dan bersih.

Kedua menyikapi hasil Pemilu, warga Batak diimbau untuk menghindari adanya gerakan people power atau gerakan apapun yang tujuannya adalah mengacaukan konstitusi.

Ketiga, KMB Kaltim menyikapi selesainya Pemilu dan Pileg yang berjalan aman, jujur dan adil, dengan selalu menjaga Persatuan dan Kesatuan.

Ada Harahap di DPRD Kaltim

ANDI HARAHAP


Jika dilihat dari komposisi nama - nama calon anggota DPRD Kaltim yang bakal duduk di Karang Paci Samarinda periode 2019-2024, ada dua legislator yang identik dengan 'habatakon'. Yaitu Mimi Meriamin Boru Pane dan Andi Harahap.

Mimi yang berasal dari Dapil Balikpapan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sudah pasti memiliki gen Batak. Sementara untuk Andi Harahap, ternyata suku aslinya adalah Bugis atau dari Sulawesi Selatan.

Bukankah Harahap adalah marga Batak?

Betul. Tapi Andi Harahap yang pernah jadi Bupati Penajam Paser Utara, tidak ada sangkut pautnya dengan habatakon. Belum diketahui juga asal dan usul Harahap di belakangan nama tokoh politik Golkar ini.

Ada yang menyebut, dulunya dia bernama Andi Haraha. Tapi entah siapa yang memulainya, nama beliau malah tertulis Harahap hingga sekarang.

Tapi, apapun itu, rencananya KMB Kaltim bakal menemui Andi Harahap ini. Pertama untuk mengkonfirmasi apa asal usul nama Harahap tersebut, sedangkan yang kedua untuk mengajak beliau untuk diusulkan menjadi anggota kehormatan KMB Kaltim.

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KMB Kaltim memang memungkinkan hadirnya anggota-anggota Kehormatan. Yaitu mereka di luar dari suku Batak, namun memiliki kedekatan, kepedulian terhadap organisasi atau halak Batak di Kaltim.

"Tapi, ini baru sekedar ide dari saya sendiri saja. Untuk resminya setelah diusulkan dan diterima organisasi. Semua warga Batak punya kesempatan untuk mengusulkan tokoh-tokoh di Kaltim menjadi anggota kehormatan. Namun apakah disetujui atau tidak, ditetapkan oleh Ketua Umum setelah diadakan rapat pleno pengurus mengenai hal tersebut. Itu mekanismenya," ucap Charles Siahaan, Sekretaris Umum KMB Kaltim.

Usulan menjadi anggota kehormatan, harus disertai dengan alasan-alasan mengapa perlu diusulkan. Termasuk komitmen untuk mengembangkan organisasi habatakon dalam perspektif kebangsaan.

Selain soal menjadi anggota kehormatan, ruang lain yang disediakan KMB bagi tokoh-tokoh masyarakat di Kaltim adalah pemberian penghargaan atas jasa-jasa dan kesamaan sudut pandang. Misalnya tokoh peduli lingkungan, tokoh toleransi dan keberagaman atau tokoh-tokoh yang berjasa dalam bidang-bidang kemanusiaan. #


Kamis, 09 Mei 2019

Ada Juga Warga Batak di DPRD Kaltim Periode 2019-2024

Mimi Miriami Br Pane dan Parlindungan Sihotang, SE


Selain Joni Sinatra Ginting yang dipastikan lolos ke kursi legislatif DPRD Kota Samarinda, ada juga Parlindungan Sihotang bakal duduk di kursi DPRD Balikpapan. Parlindungan menembus parlemen dari Partai NasDem Daerah Pemilihan VI Balikpapan Selatan.

Menurut Nelson Tarihoran, Ketua ex-officio KMB Kaltim di Balikpapan, ada satu lagi warga Batak yang lolos menjadi anggota legislatif provinsi Kaltim. Yaitu Mimi Meriami Br Pane dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Dua warga Batak yang masuk ke DPRD ini hampir dipastikan lolos menjadi legislator. Tinggal menunggu diumumkan oleh KPU Pusat," ujar Nelson.

Secara organisasi, para pengurus KMB Kaltim merasa bangga adanya warga Batak yang masuk parlemen. Organisasi mendorong agar keberadaan mereka di parlemen memberikan warna dinamika bagi kemajuan daerah maupun bangsa dan negara.

"Memang secara individual kedua warga Batak ini tak masuk bahkan mungkin tidak tahu soal organisasi KMB. Tapi, jika merunut anggaran dasar dan anggaran rumah tangga KMB maka setiap warga bermarga batak di Kaltim adalah anggota punguan-pungan marga dan kemudian menjadi anggota organisasi batak di daerahnya. Jadi, KMB wajib merangkul semua warganya," kata Charles Siahaan, Sekretaris Umum KMB Kaltim.

Menurut pantauan Nelson Tarihoran, Mimi Meriami Boru Pane selama ini aktif sebagai Srikandi Pemuda Pancasila. Suaminya adalah salah satu Ketua organisasi loreng itu di Balikpapan Tengah.

Sementara untuk Parlindungan Sihotang diketahui memang aktif di partai politik NasDem. Namun Nelson Tarihoran mengakui masih sedikit informasi tentang politisi ini.Setahu dia, keduanya adalah Batak Muslim.

"Kita ucapkan selamat kepada mereka yang berhasil lolos menjadi anggota DPRD. Salam sukses," ucap Nelson. #




DATA DARI ADAM CENTER


PKB 23.526 (Syafruddin 13.311)

Gerindra 31.373 (Bagus Susetyo 8.103)

PDI-P 56.507 (Eddy Sunardi Darmawan 15.272 dan H Baba 9.227)

Golkar 56.298 (Hasanuddin 19.959 dan Yusuf Mustafa 12.666)

PKS 35.753 (Hj Fitri Maisyaroh 6.178)

PPP19.220 (Mimi Meriami Br Pane- 4.312)

PAN 16.466 (Sigit Wibowo 6.359)

Hanura18.922 (Muhammad Adam 7.477).

Selasa, 07 Mei 2019

Selamat untuk Joni Sinatra Ginting


Design flyer para caleg. Tak hanya untuk Joni Sinatra Ginting, tapi juga Caleg Batak lainnya.





Nama-nama Caleg yang lolos duduk di DPRD Kota Samarinda belum diumumkan secara resmi. Namun KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Samarinda sudah memplenokan hasil perhitungan suara dari seluruh Dapil. Termasuk perolehan suara partai dan caleg-calegnya.

Hasil perolehan suara yang beredar di masyarakat, bukan resmi dari KPU Kota Samarinda, menyebut nama Joni Sinatra Ginting masuk menjadi anggota DPRD Kota Samarinda periode 2019-2024. Dia tertera memperoleh kursi ke-10 dari 12 kursi yang diperbutkan di Dapil 5, meliputi Kecamatan Samarinda Utara dan Sungai Pinang.

Joni Sinatra Ginting adalah politisi Partai Demokrat. Dia bukan baru pertama kali ini bertanding di medan pemilihan langsung. Tahun 2014 lalu, Joni yang juga Ketua Punguan Karo Samarinda, maju dari partai yang sama dan Dapil yang sama pula. Namun, ketika itu dia belum beruntung karena perolehan jumlah suara lebih kecil dari koleganya separtai.

Pengalaman ikut Pemilu 2014 lalu yang gagal itu membuatnya menjadi lebih matang. Sejak namanya diumumkan masuk dalam DCT (Daftar Calon Tetap) oleh KPU, dia sudah bekerja berkeringat menelusuri lorong-lorong yang bakal menjadi kantung suara.

Saat KMB menyusun rencana kegiatan untuk membantu para Caleg di lapangan, Joni Ginting dengan percaya diri telah menyiapkan tim sendiri untuk menyukseskan kemenangannya. Ketika itu, KMB memang membentuk Tim SADA yang tugasnya adalah membantu kegiatan para Caleg Batak pada segmen tertentu.

Tapi Joni Ginting memilih tak bergabung dengan program Tim SADA. Bahkan sebenarnya bukan hanya Joni, dari 22 Caleg yang teregistrasi di Timsus KMB, sebanyak 20 orang caleg memilih tidak ikut dalam program ini. Menurut catatan KMB, hanya 2 nama yang ikut bergabung dengan program Tim SADA.

Keduanya dibantu Tim SADA dalam hal membagi-bagi APK (Alat Peraga Kampanye) kepada halak Batak di Kota Samarinda. Itupun tak semua dapil mampu dijangkau tim, karena keterbatasan pembiayaan.

Kedua caleg itu adalah Jhonni Wagner Sianipar, Caleg Partai Hanura untuk DPRD Kota Samarinda Dapil Samarinda Ulu dan Nixson Butarbutar untuk Caleg DPRD Kaltim Dapil Samarinda, dari Partai Hanura juga.

Tidak ada yang memaksakan agar caleg-caleg Batak ikut dalam program Tim SADA. Karena kegiatan tim adalah mewujudkan aspirasi dari warga KMB sendiri, yakni menjawab pertanyaan; apa yang bisa diperbuat organisasi untuk membantu caleg-caleg Batak?

Tim SADA adalah jawabannya. Bersama Tim Khusus (Timsus) dan KMB Kaltim, dibuat kegiatan-kegiatan seperti membantu membuatkan flyer-flyer atau poster-poster dan menshare ke media sosial. Kegiatan ini tidak meminta pendanaan sama sekali dari Caleg, sementara design poster-poster mereka bisa ditemukan di media sosial seperti facebook.

Kegiatan membuat design dalam bentuk flyer adalah dalam rangka menaikkan popularitas. KMB sudah menganalisis, tak mungkin Caleg Batak bisa duduk di kursi DPRD jika hanya mengandalkan suara dari warga Batak.

Harus ada upaya menambah popularitas, sehingga dari popularitas yang bertambah akan berefek naiknya pula tingkat kesukaan (elektabilitas) masyarakat kepada si Caleg.

Selain membantu popularitas, ada kegiatan yang ditawarkan Tim SADA seperti kanvasing dan door to door. Bahkan sampai ke tingkat mengadakan saksi disetiap TPS, sebenarnya sudah dirancang Ketua Bidang Politik KMB Kaltim, Toman Manalu.

Hanya saja, tak semua caleg mau bergabung dengan program tersebut. Apalagi, kegiatan politik memerlukan pendanaan yang tidak sedikit. Sekali lagi, KMB dan lembaga bentukannya seperti Timsus dan Tim SADA hanya untuk melayani kebutuhan politik. Jika tidak diperlukan, tim dengan lapang memaklumi situasi yang ada.

Jika pada akhirnya Joni Sinatra Ginting terpilih menjadi anggota DPRD Kota Samarinda, KMB Kaltim merasa yakin bahwa itulah buah dari usaha dan keringat yang telah dirintisnya. Sukses dalam bidang politik itu tidak didapatnya secara instan, tapi dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Selamat kepada Bapak Joni Sinatra Ginting, menjadi anggota DPRD Kota Samarinda. Semoga dengan pengabdian menjadi wakil rakyat, dapat memberikan manfaat yang besar bagi bangsa dan negara.


Berikut daftar perolehan kursi DPRD-Kota Samarinda yang beredar di masyarakat. (Bukan Keputusan KPU Kota Samarinda)

Dapil 1: Samarinda Ilir, Samarinda Kota dan Sambutan

1. PDI-P            ( SISWADI )
2. GERINDRA  (ALPAT SYHARIF )
3. PDI-P.      (ADI SETIAWAN )
4. GOLKAR (Drs RUSDI )
5. NASDEM ( KAMARUDDIN )
6. PKS  (NOORSOBAH)
7. PAN ( SUPARNO)
8. PDI-P (AHMAD VANANSA)
9. GERINDRA (MARKACA)

DAPIL 2

1. GERINDRA ( SARLENA)
2 . PDI-P.  (ANHAR)
3. NASDEM (JOHA FAJAL)
4. GOLKAR (MUH YUSRAN)
5. PKS.  ( SAMRI SHAPUTRA)
6. PAN.   (JASNO)
7. DEMOKRAT (GUNTUR)
8. PPP.     (LAILA FATIHAH)
9. PKB.   (SYARIFUDDIN)
10. GERINDRA  (ELNATAN PASAMBE)

DAPIL 3
1. GERINDRA (FUAD FAHRUDDIN)
2. GOLKAR (FAHRUDDIN)
3. PDI-P (ANGKASA JAYA)
4. PKS (SUBANDI)
5. PAN (NOVI MARINDA)
6. HANURA  (AHMAD SOPIYAN)
7. DEMOKRAT ( EKO ELYASMOKO)

DAPIL 4
1. GERINDRA (MUH RUDI)
2. PKS (SANI BIN HUSAIN)
3. PDI-P (SUGIYONO)
4. DEMOKRAT (PUJI ASTUTI)
5. GOLKAR (SYAHRONNY)
6. NASDEM ( CELNI PITA SARI)
7. PKB (DAMAYANTI)

DAPIL 5 :
1. Syamsudin ( PKB)
2. Helmi ( Gerindra )
3. Triyana ( PDIP)
4.Sania ( Demokrat)
5. Mulkan ( Nasdem)
6. Abd.Rofiq ( PKS )
7. Joko Wiratno ( PAN )
8. Arbain ( Gerindra)
9. Sutrisno ( PDIP )
10. Joni Sinatra Ginting ( Demokrat)
11. H,Asyari ( PPP)
12. Achmad Sofyan ( Golkar )

Rabu, 01 Mei 2019

Seruan KMB untuk Memilih Nixson Butarbutar




SAMARINDA: Warga Batak di Kota Samarinda bertekad bulat untuk mensukseskan perjuangan Nixson Butarbutar dari Partai Hanura menjadi anggota DPRD Kaltim periode 2019-2023 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Samarinda.

“Ini sudah menjadi komitmen kita, warga Batak dari seluruh puak yang tinggal di Samarinda. Bahwa tanggal 17 April 2019, semua pemilih Batak yang namanya masuk DPT (Daftar Pemilih Tetap) pergi ke tempat pemungutan suara dan mencoblos saudara kita, Nixson Butarbutar,” seru Janri Manro Samosir, Ketua KMB (Kerukunan Masyarakat Batak) Nauli Samarinda, Jumat (12/4/2019).

Nixson Butarbutar kelahiran Tanjung Morawa, 3 Juli 1969 saat ini duduk sebagai anggota DPRD Kaltim melalui proses pergantian antarwaktu (PAW) sejak bulan November 2018 lalu. Dengan masa tugas yang begitu pendek, bagi warga Batak di Samarinda, keberadaan Nixson di parlemen sudah terasa ada manfaatnya. Terutama usahanya memperjuangkan aspirasi warga Batak di parlemen.

 “Kita ingatkan kepada warga kita untuk bahu membahu membantu agar perolehan suara Nixson terdongkrak. Ajak juga tetangga dan kawan-kawan agar memilihnya dengan mengabarkan kebaikan jika Nixson melanjutkan karir politiknya di DPRD Kaltim,” kata dia.

Selain Nixson Butarbutar, KMB Nauli Samarinda juga mendukung anggotanya Jhonny Wagner Sianipar  agar terpilih di Daerah Pemilihan Samarinda Ulu duduk di kursi  DPRD Samarinda periode 2019-2023. Sianipar juga dari Partai Hanura dengan nomor urut 1.

Di Kota Samarinda, jumlah warga Batak yang terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) sekitar 6.897 jiwa. Dengan jumlah suara mendekati 6.900 jiwa itu merupakan potensi menempatkan warga Batak duduk di DPRD Kaltim. Organisasi KMB sendiri berupaya melakukan kegiatan sosialiasi kepada perkumpulan marga-marga dan puak yang jumlahnya mencapai 90-an.

Selain kegiatan sosialisasi, KMB juga melakukan kegiatan door to door dengan mendatangi rumah-rumah warga Batak sambil membagi kartu nama dan kalender agar dipilih pada Pemilu 17 April 2019.

Sementara itu, Ketua Bidang Politik KMB Kaltim Toman Manalu mengapresiasi upaya maksimal yang dilakukan pengurus KMB Nauli Samarinda untuk menggolkan kembali Nixson Butarbutar menjadi anggota DPRD Kaltim.

Sejak lebih setahun lalu organisasi KMB sudah membentuk Tim Khusus yang diketuai Amirullah Siahaan dan Sekretaris Taat Sidabutar. Tim Khusus ini untuk melayani warga Batak yang punya keinginan maju sebagai caleg. Setelah KPU mengumumkan DCT (Daftar Caleg Tetap) setidaknya diketahui 22 warga Batak itu mendaftarkan diri ke KMB Kaltim.

“Kita sudah berusaha menjalankan program organisasi ini dengan baik. Mengakomodir semua harapan, walau tentu saja belum bisa maksimal dan masih banyak kelemahan. Sebagai organisasi kami para pengurus hanya mampu mendoakan agar semuanya berhasil,” ucap Toman. #






Minggu, 21 April 2019

Kegiatan Tim SADA Samarinda, Anak Muda Mengejar Impian Jadi Politisi






Berpolitik dengan gembira. Itulah sebenarnya yang diinginkan KMB Kaltim dalam menyusun program membantu para Caleg bertempur agar sukses. Karena generasi muda ini ingin belajar tentang bagaimana caranya merajut cita-cita jika terjun ke dunia politik.

Tidak ada yang tidak mungkin. Apalagi, warga Batak se Kalimantan Timur berjumlah sekitar 30 ribu yang punya hak pilih. Jika jumlah itu termanfaatkan dengan baik, semestinya ada warga Batak yang duduk di DPR RI dari Kaltim.

Anak-anak muda ini yang tergabung dalam Tim SADA diketuai Binsar Siahaan mulai berhitung untuk menjadikan potensi jumlah pemilih Batak ini sebagai pijakan awal jika ingin terjun ke dunia politik. Bagaimana mempersiapkan diri agar tingkat kesukaan (elektabilitas) juga naik tak hanya dikalangan warga Batak, tapi juga warga non Batak lainnya.

Ya, belajar politik itu sesuatu yang penting.  Tak ada popularitas dan elektabilitas yang datang secara tiba-tiba. Dia terbangun dari interaksi terarah hari demi hari. Pakar mengatakan membangun karir politik itu investasi jangka panjang.

Apa mungkin dengan memasang foto dan menulis status di facebook setiap hari sudah cukup membuat seorang politikus menjadi terkenal?

Apa cukup dengan memasang foto di baliho dan poster-poster di tepi jalan langsung membuat masyarakat mengenal kita dan kemudian memilih saat pencoblosan?

Apa betul orang Batak yang menjadi basis kesamaan identitas akan otomatis memberikan suaranya kepada Caleg Batak?

Masih banyak pertanyaan lainnya yang menjadi pembahasan sehari-hari anak-anak muda KMB Kaltim. Dunia politik tak sesedarhana yang dipikirkan. Sudah banyak buku politik dari para pakarnya, tapi pelajaran paling tinggi adalah ketika bagaimana mempraktikkannya.

Faktanya, Caleg Batak seringkali terjerambab ketika mengandalkan basis kesamaan identitas. Meski sudah melakukan pertemuan dengan punguan marga berkali-kali. Meski melakukan interaksi di punguan parsuhatoan, perolehan suara masih sering tak signifikan dengan jumlah real basis orang Batak.

Itu yang terjadi di Kaltim. Pendekatan caleg melalui pesta-pesta Bonataon, gereja maupun marga dan parsahutaon, tidak cukup memberikan efek electoral.

Jadi, bagaimana ke depan para Caleg Batak di Kaltim?

Walaupun menggunakan strategi kesamaan identitas Batak tak ampuh dalam praktik perpolitikan Caleg Batak, tapi bukan berarti harus disingkirkan. Basis itu tetap harus dipelihara, hanya saja pendekatannya yang harus beda.

Untuk meraih suara atau tingkat electoral, apakah itu ditingkat basis kesamaan identitas  (RAS dan Golongan) atau bukan, rumusnya tetap sama. Rumusan politiknya adalah; pertama naikkan popularitas dan kedua raih elektablitas.

Hanya dua cara ini yang wajib menjadi investasi para politisi. Investasi harus dimulai dari sekarang. Paling mudah adalah tetangga dekat di RT. Kemudian kelurahan, kecamatan dan satu isi kota.

Begitu seterusnya bagi politisi yang ingin meraih popularitas lebih tinggi skala provinsi maupun nasional.

Media massa, baliho dan spanduk adalah alat bantu untuk menaikkan popularitas. Termasuk media social seperti facebook, twitter, WhatsApp dan Instagram sebagai platform popular saat ini.

Tapi, itu baru popularitas saja. yang mungkin saja popularitas tak linear dengan tingkat kesukaan orang kepada sang politisi. Sebab ada saja pandangan negative dari masyarakat setelah melihat poster-poster sang politisi.

Paling efektif adalah dengan cara bertemu langsung. Inilah kenapa Tim SADA mengusulkan dilakukan kanvasing dan door to door.

Kanvasing adalah membagikan APK (alat peraga kampanye) dari rumah ke rumah, sedangkan door to door adalah aksi mengetuk pintu rumah warga dan bertatapmuka memperkenalkan Caleg yang maju.

Lebih baik lagi kalau si caleg yang turun langsung mengetuk rumah bakal calon pemilih. Di situ si caleg merasakan bagaimana sikap emosi rakyat secara langsung. Dan jangan kaget jika ada warga yang menolak bahkan mengusir begitu mengetahui maksud si caleg.

Sudah kah caleg Batak di Kaltim melakukan praktik politik seperti ini?

Mari kita evaluasi kembali.





Tim SADA Sang Pelayan Caleg Batak


KMB Kaltim punya tugas untuk membantu suksesnya orang Batak di Kaltim meraih cita-cita seperti menjadi legislatif, jabatan eksekutif atau yudikatif dan lainnya di Bumi Etam yang menjadi tempat perantauan.

Karena tugas yang masuk dalam program KMB Kaltim tersebut maka dibentuklah Timsus alias Tim Khusus. Tugasnya adalah mengakomodir warga Batak yang ingin maju dalam pemilu legislative 17 April 2019.

Timsus dinakohdai Amirullah Siahaan (Ketua) dan Sekretaris Taat Sidabutar serta Bendahara Nursaidah Br Siregar.

Selain membuka pendaftaran para caleg yang akan maju dalam kontestasi Pemilu 17 April 2019, Timsus Bersama KMB juga membentuk Tim SADA yang disetting menjadi ujung tombak pergerakan membantu para caleg Batak.

Konsep awalnya, Tim SADA ada diseluruh kabupaten/kota. Ini adalah fasilitas yang dibuat organisasi-organisasi Batak di kabupaten/kota untuk melayani kebutuhan para Caleg dalam berkompetisi politik. Bahasa lain, Tim SADA adalah Timses (Tim Sukses) para caleg Batak untuk maju. Tugasnya adalah pendampingan kebutuhan-kebutuhan gerakan politik para caleg di lapangan.

Apa saja kebutuhan caleg Batak?

Sesuai dengan fungsinya, maka organisasi KMB bertindak sebatas melakukan kegiatan seperti menaikkan popularitas dan elektabilitas di kalangan warga Batak. Menurut data, diseluruh Kalimantan Timur terdapat sekitar 30 ribu warga Batak yang punya hak pilih, sesuai DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang dikeluarkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) untuk Pilgub Kaltim tahun 2018 lalu.

Kegiatan menaikkan popularitas itu harus ditempuh dengan beberapa tahapan.

Pertama adalah memperkenalkan para caleg dengan cara menyuarakan di dalam komunitas marga, gereja, pengajian bagi Batak Muslim. Juga memperkenalkan melalui flyer-flyer yang diposting di media sosial seperti facebook, twitter dan WAG (WhatsApp Grup).

Kedua, kanvasing. Yakni membagikan APK (Alat Peraga Kampanye) seperti Kartu Nama, kalender, poster kepada warga Batak, diberbagai pertemuan. Tim SADA memanfaatkan berbagai pertemuan seperti Bonataon marga dan parsahutaon.

Ketiga, door to door. Atau mengetuk pintu rumah-rumah orang Batak. Tim SADA bertatap muka dengan warga Batak dengan 5 agenda, yakni:
       1) Mencatat nama, alamat dan nomor TPS untuk memastikan punya hak pilih,yakni KTP-e.
       2) mengajak untuk tidak golput dan bersemangat berangkat ke TPS (Tempat Pemungutan Suara)    pada 17 April 2019.
      3) Memperkenalkan caleg-caleg Batak yang maju dan dipilih. Sekaligus mempraktekkan bagaimana mencoblos. Seperti nama partai dan nomor caleg Batak.
      4). Mendata berapa orang yang potensi memilih Caleg Batak dan apakah dia mampu mempengaruhi para tetangga yang non Batak untuk memilih Caleg Batak.
      5). Mengajak apakah bersedia menjadi relawan saksi untuk TPS-nya dengan melaporkan hasil perolehan suara caleg Batak pada saat Pemilu berlangsung 17 April 2019.

Keempat, membentuk tim paska Pemilu. Yakni bekerja mengumpulkan formulir C1 atau perhitungan suara di TPS dan menghitung perolehan suara Caleg Batak di masing-masing TPS.

Sayangnya, kegiatan yang sudah dirancang oleh Bidang Politik KMB Kaltim bersama dengan Timsus dan Tim SADA tidak berjalan mulus sesuai rencana. Caleg-caleg DPD, DPR RI dan Caleg Provinsi Dapil tidak semua merespon, dengan berbagai alasan. Diantaranya karena sudah memiliki tim sendiri.

Hingga akhirnya Rapat Pengurus KMB Kaltim memutuskan hanya menggerakkan Tim SADA untuk Kota Samarinda. Tim SADA Samarinda dipimpin Binsar Siahaan, dengan anggota Devi Sihaloho, Rena Napitupulu, Nobeltasari Pane, Nita Purba, Ricky.

Ketika Keputusan Rapat itu digulirkan dan dishare kepada caleg-caleg di Samarinda, ternyata juga hanya direspon oleh Nixson Butarbutar sebagai caleg DPRD Provinsi Kaltim Dapil Samarinda, dan Caleg Jhonny Wagner Sianipar untuk Caleg DPRD Samarinda, Dapil Samarinda Ulu. Kedua caleg ini berasal dari Hanura.

Begitulah sekilas tentang Tim SADA. Hingga akhinrya Tim SADA hanya mampu bergerak menemui sekitar 1000 warga Batak saja, yakni di Samarinda Ilir, Kota, Sambutan, Samarinda Seberang dan Palaran.

Program sudah dibuat, formula kemenangan sudah disusun. Tapi, respon para caleg minim sekali. Ini akan menjadi catatan penting untuk membenahi Tim Kemenangan Caleg Batak pada Pemilu 2024 mendatang.


 Berikut foto-foto kegiatan mereka.



























Sabtu, 20 April 2019

Pelantikan Nixson Butarbutar Menjadi Anggota DPRD Kaltim


SAMARINDA, beritakaltim.co- Usai dilantik menjadi anggota DPRD Kaltim, politisi Partai Hanura Nixson Butarbutar langsung tancap gas. Dengan sisa waktu masa jabatan sekitar 9 bulan, pria kelahiran Tanjung Morawa, 3 Juli 1969 itu mengakui tertarik bergabung dalam Komisi 1.

“Saya cocok dengan bidang-bidang di Komisi 1 ,” ujarnya kepada beritakaltim.co, Selasa (27/11/2018). Dalam Tupoksi DPRD, Komisi 1 yang dimaksud Nixson membidangi pemerintahan Umum, Ketertiban dan Keamanan, Kependudukan, Komunikasidan Informasi, Hukum dan Perundang-Undangan, Pertanahan, Kepegawaian/Aparatur, Sosial, Politik, Organisasi Kemasyarakatan dan Perizinan, dan Badan Pengembangan Wilayah dan Perbatasan.

Tapi dia menunggu penugasan dari Partai Hanura. Nixson mengaku siap meskipun tidak berada di Komisi 1. Nixson adalah anggota DPRD Kaltimhasil Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Herwan Susanto yang sekarang pindah partai dari Hanura ke PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Herwan sebelumnya mengisi Komisi 3, membidangi Pekerjaan Umum, Perencanaan Pembangunan, Perhubungan, Pertambangan dan Energi, Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Kepada Wartawan, Nixson mengakui akan maksimal menjadi pelayan rakyat disisa masa jabatannya. “Saya akan turun memperjuangkan apa keinginan rakyat Kaltim,” ucap aktivis sejumlah organisasi berkaitan pengusaha bidang elektrik alias listrik ini.

Pelantikan Nixson, Senin (26/11/2018), berlangsung lancar dipimpin Ketua DPRD H Syahrun. Sejumlah tokoh Batak hadir diantaranya Ivan Sitanggang dan Ketua KMB (Kerukunan Masyarakat Batak) Kaltim Janri Manro Samosir dan Tunggul Butarbutar. Terlihat juga sejumlah pengurus KMB, Toman Manalu, Taat Sidabutar dan APT Manalu. #le


https://beritakaltim.co/2018/11/27/nixson-butarbutar-penghuni-baru-karang-paci-ini-konsennya/

Pelayanan Flyer KMB Kaltim untuk Caleg Batak





Selain membentuk Timsus yang bekerja menjaring dan mengumumkan nama-nama Caleg-caleg Batak, sejumlah kegiatan untuk mendukung caleg-caleg ini agar naik popularitasnya juga sudah dibuat.

Diantaranya adalah membuat flyer-flyer untuk ditampilkan di baliho atau media social, seperti facebook, twitter dan WhatsApp.

Berikut di antaranya flyer-flyer yang didesain oleh KMB tersebut:
























Suku Batak Angkola

Kiriman dari Hasanul Haq Batubara Suku Batak Angkola adalah salah satu sub-etnis dari Suku Batak. Tanah ulayat Suku Batak Angkola berada di ...