![]() |
Bersama tokoh-tokoh Batak, Wakil Ketua MPR RI Dr Mahyudin menyampaikan gagasan kebangsaan. |
SAMARINDA, beritakaltim.co- Bertamu ke Sekretariat organisasi KMB (Kerukunan Masyarakat Batak) Kalimantan Timur di Komplek Mediterania Samarinda, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengutarakan niatnya menghadirkan kembali GBHN (Garis Besar Haluan Negara), ketika duduk mewakili rakyat Kalimantan Timur dalam lembaga DPD (Dewan Pimpinan Daerah) periode 2019-2024.
“Ini bukan bermaksud membangkitkan kembali orde baru, tapi hal yang kita anggap bagus patut kita teruskan. Tidak harus memakai nama GBHN lagi, mungkin memakai nomenklatur yang lain,” ujarnya.
Dihadapan puluhan tokoh-tokoh Batak yang tinggal di Samarinda, Rabu (3/4/2019), mantan Bupati Kutai Timur itu mengatakan, GBHN adalah hal yang bagus pada zaman Orde Baru. Dengan adanya GBHN, siapapun Presiden tapi arah dan tujuan dari pembangunan Indonesia menjadi lebih jelas.
Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua MPR, Mahyudin mengatakan sudah berusaha memperjuangkan agar soal GBHN ini diagendakan untuk dibahas. Namun diakuinya, dia menghadapi halangan karena keputusan legislative adalah kolektif dari partai-partai politik.
“Saya merasa mentok ketika berhadapan dengan partai-partai politik. Jika partai saya mengatakan begini, sebagai kadernya saya harus tegap berdiri memperjuangkannya di DPR. Itu juga salah satu alasan saya mencalonkan diri sekarang di DPD,” kata mantan Dewan Pakar DPP Partai Golkar itu.
Tentang peluang terpilih sebagai anggota DPD, Mahyudin optimistis karena hasil survei menunjukkan dirinya menjadi satu dari 4 calon Kaltim yang bakal mengisi kursi DPD di Senayan.
“Kata survei, satu kursi sudah untuk saya. Tiga kursi lainnya masih diperebutkan,” ucap Mahyudin dengan santai, namun menyegarkan suasana karena disambut tepuk tangan dari warga Batak yang hadir. Meski begitu, katanya, dia tidak mau bersikap sombong dengan hasil survei karena yang terpenting adalah hasil pemilihan pada 17 April 2019.
Pada kesempatan itu Mahyudin mengharapkan kepada warga Batak di seluruh Kalimantan Timur untuk tidak ragu-ragu memanfaatkan dirinya ketika kelak duduk sebagai wakil Kaltim di DPD. Dia mengucapkan terima kasih kepada jajaran pengurus KMB Kaltim dan tokoh-tokoh Batak yang bersedia membuka dialog untuk maju bersama.
Selain bercerita tentang visi dan misinya di DPD, Mahyudin juga menceritakan sejarah panjang perjalanan karir politiknya sejak dari sebuah kecamatan di Sangatta. Awal karirnya di politik dimulai dari menjadi Wakil Sekretaris Partai Golkar Kecamatan Sangatta, yang kemudian terjadi pemekaran kabupaten dan mengantarkannya menjadi Sekretaris Golkar Kutai Timur.
Dari sana dia terus melejit menjadi Ketua DPD Golkar Kutim, Ketua Golkar Kaltim hingga menjadi pengurus pusat DPP Partai Golkar. Dari dunia politik itu juga membuatnya menduduki sejumlah jabatan strategis seperti Bupati Kutim dan sekarang Wakil Ketua MPR RI.
Sementara Ketua DPP KMB Kaltim Janri Manro Samosir mengungkapkan kebanggaannya bisa berdialog langsung dengan Wakil Ketua MPR. “Kami merasa tersanjung. Apalagi Pak Mahyudin sudah membuka hatinya kepada warga Batak di Kaltim,” ucap Janri Manro Samosir.
Ketua Bidang Politik Toman Manalu membalas ucapan Mahyudin yang mengatakan silakan memanfaatkan dirinya ketika duduk di DPD untuk kepentingan warga Batak Kaltim. Toman tidak ragu-ragu mengutarakan agar Mahyudin juga bersikap sama bisa memanfaatkan warga Batak Kaltim untuk kemajuan bersama.
Secara geopolitik, warga Batak dari semua puak yang berdomisil di Kaltim jumlahnya mencapai sekitar 31 ribu berdasarkan DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang diumumkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum). “Silakan memanfaatkan potensi ini,” ujar Toman.
Dia meminta kepada Mahyudin untuk terus bersama-sama dengan Warga Batak. “Kita harapkan nanti setelah duduk di DPD selalu ada pertemuan reguler, setiap tahun Pak Mahyudin dengan warga Batak di Kaltim. Sekaligus menyerap aspirasi kami,” ucap Toman yang langsung disanggupi Mahyudin. #le
Tidak ada komentar:
Posting Komentar