Idealnya, KMB Kaltim dengan jumlah personel warga Batak tidak kurang dari 40 ribu se Kalimantan Timur memiliki badan usaha Koperasi. Setidaknya dari usaha ini selain bermanfaat sebagai ajang bisnis, tentu saja memberi harapan dinamisnya roda organisasi.
Usaha para anggota KMB dapat dipromosikan ke sesame anggota. Bahkan mungkin semakin membesar karena terbuka jaringan bisnis yang lebih besar.
Cita-cita itu sudah dibahas Bersama dengan anggota. Sudah pula terkumpul KTP para anggota sebagai persyaratan terbentuknya sebuah badan hokum Koperasi. Sudah pula KMB mengundang staf dari Dinas Koperasi untuk memberikan pengarahan. Sudah pula membuat formulir agar anggota mendaftar.
Akan tetapi, rencana itu kandas. Tepatnya macet di tengah jalan. Pengurus yang telah terbentuk tidak melanjutkan lagi. Tentu karena ada begitu banyak kendala tentunya. Diantaranya belum jelasnya usaha apa yang akan dikerjakan KMB.
Kendala lainnya, ya dana iuran anggota belum ditarik sehingga belum jelas bagaimana langkah berikutnya dalam bisnis koperasi ini.
Tapi, sudah lah. Tak perlu cari siapa yang salah. Sebaiknya kita pikirkan kembali, bagaimana membangun koperasi ini ke depan.
Salam bisnis…
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Suku Batak Angkola
Kiriman dari Hasanul Haq Batubara Suku Batak Angkola adalah salah satu sub-etnis dari Suku Batak. Tanah ulayat Suku Batak Angkola berada di ...

-
Kiri: Nason Nadeak dan sebelah kanan Piatur Pangaribuan. Ini poster yang dibuat oleh tim kreatif KMB Kaltim untuk membantu sosialisasi ked...
-
Inilah sebagian pengurus DPP KMB Kaltim, dengan Ketua Janri Manro Samosir dan Sekretaris Charles Siahaan, Bendahara Jeckson Tam...
-
Ini sudah tim KMB yang paling intens diskusi apa saja mengenai KMB Kaltim. Dari meja itu pula memunculkan program-program organisasi agar ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar